Indonesia, Republik Dagelan

Mbah Gareng
#NegeriDagelan...

Dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah,
kisah mahabrata atau tragedi dari Yunani,
mengapa kita bersandiwara
mengapa kita bersandiwara


~Taufik Ismail~


Suatu siang disebuah lesehan angkringan warung Mie Ayam Bakso Lek Dandang. Gareng sedang memulai rapat terbatas bersama Ponokawan lainnya.


Menurut Gareng, apa yg terjadi di negeri ini hanyalah sebuah "Panggung Sandiwara". Hanya sebuah film, sinetron, sandiwara, drama, dan sejenisnya.

" La kok iso?! ", Bagong bertanya penuh keheranan.

" Mosok sampean gak percoyo cak? Mulai Presiden, Menteri, DPR, Gubernur sampek camat itu kan cuma pemain duing? ", kata Gareng.

Lebih lanjut Gareng menjelaskan panjang kali lebar mengenai pendapatnya itu. Bahkan sampek lupa kalo ternyata belom sempat pesen miayam. ^_^

" Mas, sampean ki awit mau ngeciwis wae jane sido tuku miayam pora to? Ojo ojo mik numpang tok! ", gerutu lek Dandang, koki diwarung tersebut yg sudah terkenal sampek luar Ngawi.

" Haha sorry lek bro, yowis  miayam bakso ae yo? Limang mangkok wae jagani lak si moco tulisan iki do ngiler pengen jalok.." ^_^ jawab Bagong.

" Monggo lek Gareng dilanjut lagi rapate..", tambah Bagong, pemeran utama squel Bagong & The Legend ini.

" Ngene Gong, Indonesia Negeri Sandiwara, iku gak jauh beda dengan syair Taufik Ismail diatas. Namanya film pasti ada Pemain/ pemeran, ada Skenario/ jalan cerita, dan yg pasti ada Sutradarane.

Pemeran utama sudah tak sebut diatas kae. Lak Skenario bisa diubah-ubah sesuai karepe ati. Yo minimal sesuai trap-trapan umume film. Ada Pendahuluan-Konflik-Klimaks-Penyeleseian-dan terakir penutup. ", jelas Gareng

" Oo ngoten tah? La terus sekenario ne siki opo lek Gareng? ", tanya Bagong sambil menyantab Miayam Bakso paporitnya iku.

" Mbuh ki, sekenarione mas Petruk kae ra genah je.

Yg jelas, sebuah film pasti ada konflik. Misale, koropsi merajalela kemudian Pemerintah jaman mbah Mega membentuk KPK. Yg digadang bisa menyeleseikan konfliknya.

Tapi ya itu, namanya film kan cuma sandiwara to? Ada konflik KPK vs POLRI, ada KPK vs DPRD, ada lakon Ahok vs DPRD, ada lakon Brimob vs TNI, yg terbaru malah ada Brimob vs POLRI, trus yg demo kemarin, ada Aparat vs Rakyat... teruss.. sik tak ngemplok pentol sik Gong, dengaren pentole kok jumbo ^_^," jelas Gareng.

" Jadi itu hanya sandiwara? Terus opo maneh lek Gareng? ", buru Bagong selak gak sabar. Gak sabar pengen pentol se gedi kui. ^_^

" Iyo Gong, hanya sandiwara, itu hanya potongan adegan konflik saja. Contohlah klimaksnya KPK vs Polri yg akhirnya selesei di meja Hakim Sarpin Rizaldi.

Kasus Ahok vs DPRD ngadat hanya lantaran UPS berganti USB oleh Haji Lulung.

Belum lagi dibungkus munculnya fenomena Begal, harga BBM yg gaje, munculnya Beras Plastik dan masih banyak settingan lainnya.

Yang terbaru lagi Gong, soal sangsi Fipa eh Piva atas PSSI. Ini gara-gara sepak bola dipolitisisasi..", kata Gareng yg masih penuh semangat menyampaikan orasinya.

" FIFA Reng.. ", koreksi Bagong sambil cengar-cengir.

"Yo kui Gong maksudku hehe. Alesane guna mendukung swasembada beras maka lapangan sepak bola akan dijadikan sawah. Pora lucu lak pemaine kon macul? ^_^

Yg dari ujung timur, ada adegan OPM menantang Pemerintah. Mbuh kae Densus kemana? Densus kalo sama Kyai berjenggot berani membunuh. Tapi kalo sama OPM malah ndelik.

Jika ada indikasi OPM ditunggangi Amerika di Freepot. Densus dikhawatirkan juga ditunggangi Amerika, yg sejak dulu ikut mendanai latihane Densus. Semua hanya adegan belaka.

Belum lagi adegan Lapindo Brantas. Kabarnya pemerintah minta Bunga atas kucuran dana talangan 700 Milyar ganti rugi korban Lapindo.

Tapi yg lebih penting dan lebih berbahaya.. ", sela Gareng sambil nyeruput es tehnya.

" Opo kui lek yg lebih penting? ", takone Bagong.

" Dari semua unsur film itu, tentu yg paling tahu adalah Sutradaranya. Yg mengotaki film tersebut.

Yg apa tujuanya, apa kepentingannya dan apa manfaatnya tentu sutradara sudah punya plening yg jelas.

Nah, karena Indonesia ini kaya. Kolamnya susu, tongkat kayu bisa jadi tanaman. Siapa yg tidak kepincut untuk menguasai Indonesia?

Adegan OPM di timur Indonesia  tentu berkaitan dengan eksistensi Freeport untuk menjajah Indonesia.

Yg kabarnya jika itu dikuasai Indonesia sendiri. Tiap warga dapat jatah 3 Ton emas. Suuuper sekwali..

Belum lagi Blok Mahakam. Jamane mbah Beye, mentri BUMN Dahlan Iskan sudah menegaskan bahwa Pertamina mampu menghendel itu Blok Mahakam. Seperti diketahui, kontrak Total E&P atas penguasaan Blok Mahakam bakal habis Desember 2017.

Laini, dijaman pak Jokowi. Muncul indikasi Total diperkenankan menguasai lagi.

Penak pora mas?? Yoo peeenak.. Rumangsamu menguasai Indonesia ki ra penak po?

Dan tentunya banyak diantara adegan diatas hanya sebagai pengalih issu. Agar publik, rakyat tidak tahu dengan agenda terselubung yg sebenarnya sudah diskenariokan.

Tahu kan baru baru ini, Pemerintah bekerja sama dengan Tiongkok dalam berbagai proyek. Seakan Indonesia sangat miskin. Sangat miskin atas SDA, SDM dan teknologi.

Dimana letak kemandirian sebuah bangsa jika BUMN nya saja tidak dipercaya untuk mengurus sendiri negerinya.

Malah dijual ke ikan Asin(g)..", pungkas Gareng yg akhirnya keturon mergo kwaregen 5 mangkok Mi Ayam...

Indonesia tidak untuk DIJUAL,
#SaveINDONESIA

Subscribe to receive free email updates: