Kapan Ramadan, Kapan Syawal?

Kapan ramadhan kapan syawal
#KopiPagi

JAKARTA-Seudah sejak dulu Indonesia selalu terpecah dalam penentuan 1 Ramadan, 1 Syawal, 10 Dzul Hijjah. Wajarkah? Wajar. Tidak masalah yang penting kita satu. Satu agama satu keyakinan dan Se-Iman.

Tidak ada masalah sama sekali. Karna perbedaan memang selalu ada. Walaupun merujuk dasar yang sama.


Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw bersabda," Puasalah kamu jika sudah melihat Hilal. Dan Berbukalah (Syawal) kamu jika sudah melihat Hilal.."

Di hadits lain ditambahkan," Dan jika tertutup sesuatu(cuaca mendung atau lainnya) maka genapkanlah ia.."

Nah bisa diambil kesimpulan. Puasa bisa dimulai jika sudah nampak Hilal atau bulan. Lantas 1 Syawal ditentukan jika Hilal sudah nampak lagi sebagai bulan baru. Lalu pertanyaannya, melihat disini memakai alat atau melihat langsung hanya dengan mata?

Sesuai riwayat kedua disimpulkan bahwa melihat disini adalah dengan mata langsung. Hal ini karna pada zaman itu belum ada Teropong Bintang seperti yang dipakai Pemerintah kemarin(27/6). Dan jika tertutup mendung agar digenapkan. Misal hari ini mendung sehingga bulan tertutup maka digenapkan besoknya. Yang berarti lusa baru boleh berpuasa.

Namun, sebagian Ulama berpendapat melihat disini bisa dengan melihat Perhitungan Siklus Hilal. Atau Hisab. Maka dalam hal ini tidak terpengaruh oleh keadaan Cuaca.

Maka dari 2 pemahaman berbeda ini monggo kita saling menghormati saling menghargai saudara kita yang lain. Walaupun berbeda tetap tujuannya adalah sama. Berpuasa untuk mencapai derajat" La'allakum tattaquun....".

Demikian sedikit yang bisa sy sampaikan. Semoga bisa menambah rasa toleransi kita terhadap sesama. Selamat 1 Ramadan bagi yang besok sudah berpuasa. Dan bagi yang belum tidak masalah. Al Muslimu Haqqul Muslim.(tho/joj)

Subscribe to receive free email updates: